Di saat banyak program Desa mulai disesuaikan akibat efisiensi anggaran,
Pemerintah Desa Awis justru memilih mempertahankan insentif puluhan pembatu di Desa
Kebijakan itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada kader posyandu, tokoh agama, tokoh adat
hingga polisi desa yang selama ini aktif membatu dalam melayani masyarakat.
Kepala Desa Awis, Kidam Mustafa mengatakan, pihaknya tidak ingin para lembaga desa merasa diabaikan di tengah keterbatasan anggaran.
“Saya tidak ingin lembaga desa merasa dilupakan di tengah keterbatasan anggaran.”ujarnya.
Menurut Kidam, keberadaan lembaga desa memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas sosial,
pelayanan kesehatan hingga kegiatan adat dan keagamaan di desa.
Kendati demikian Ia mengaku nilai insentif yang diberikan memang belum sebanding,
namun Pemdes berkomitmen memberikan perhatian kepada lembaga desa sesuai kemampuan keuangan desa.
“Jika dibandingkan dengan pengabdian mereka, nilai insentif ini mungkin tidak seberapa,” katanya.
Ia juga menegaskan, selama kondisi keuangan desa masih memungkinkan,
perhatian terhadap lembaga desa akan tetap dipertahankan.
“Selama keuangan memungkinkan, perhatian untuk meraka tetap kami upayakan.” ucapnya
Ia menambahkan, insentif tersebut diberikan secara rutin setiap bulan.
Namun pada tahap awal tahun ini, penyaluran dilakukan sekaligus untuk enam bulan.
“Sekarang diserahkan untuk enam bulan terlebih dahulu. Enam bulan berikutnya direncanakan kembali sekitar Agustus atau September nanti,” pungkasnya. (*)







