Rambo Riung Dogowini meminta Dandim 1509/Labuha, Letkol Inf Syamsul, mengusut dugaan penganiayaan terhadap dirinya secara terbuka.
Ia berharap tidak ada pihak yang dilindungi apabila terbukti terlibat dalam kasus tersebut.
“Saya meminta Dandim mengungkap kasus ini secara terang.
Jangan karena sesama anggota TNI lalu saling melindungi” ujarnya
Permintaan itu disampaikan Rambo saat ditemui di RSUD Marabose, Selasa (13/10/).
Rambo sebelumnya membantah pernyataan Danramil 1509-03/Saketa, Kapten Inf Nursahid,
yang menyebut pihak TNI tidak terlibat dalam dugaan penganiayaan terhadap dirinya.
Menurut Rambo, dirinya mengetahui siapa saja yang datang saat dugaan penganiayaan terjadi di Desa Bosso.
Termasuk sejumlah personel yang diklaim dilihatnya mengenakan seragam loreng TNI.
“Saya melihat sendiri siapa yang datang. Saya minta jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya
Ia mengaku mengalami kekerasan secara berulang, mulai dari Desa Bosso hingga berada di sel tahanan Polsek Saketa.
Ia bercerita, saat kejadian di Desa Bosso, sejumlah warga sempat menegur para terduga pelaku.
Namun, situasi tersebut tidak membuat dugaan kekerasan berhenti.
Rambo mengatakan tindakan kekerasan berlanjut saat dirinya dibawa menuju Polsek Saketa.
“Yang paling menyakitkan, wajah saya dibakar menggunakan rokok di dalam mobil saat dibawa menuju Saketa,” ungkap rambo,
“Tidak berhenti di situ, saat berada di dalam sel tahanan Polsek Saketa,
saya mendapat perlakuan kasar hingga disiram air,” lanjutnya.
Ia berharap dugaan tersebut ditelusuri secara menyeluruh,
termasuk mengklarifikasi keterangan para pihak yang disebut terlibat.
“Saya ingin kasus ini dibuka secara transparan. Jangan sampai ada dilindungi hanya karena memiliki hubungan institusi.” pungkasnya (**).







