Kepsek MTs N 2 Halmahera Selatan diduga Sunat Dana PIP, Puluhan Siswa Jadi Korban Berjamaah.

Pendidikan311 Dilihat

Dugaan Pungutan liar dana Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di MTs Negeri 2 Halmahera Selatan.

Pasalnya puluh siswa diduga menjadi korban pungutan liar (pungli),

Informasi yang dihimpun menyebutkan, total siswa yang menjadi korban sebayak 67 siswa

Dari jumlah penerima bantuan di sekolah tersebut sebanyak 80 siswa.

Sala seorang tua siswa mengukapkan sebelum pencairan dana sempat ada penyampaian dari pihak sekolah adanya biaya tambahan untuk buku tabungan.

Namun belum ada kesepakatan yang disetujui bersama.

“Seingat saya, kepala sekola bilang ada biaya tambahan itu untuk buku tabungan, tapi belum sampai kesepakatan di situ” ujar kepada trusina.id dan meminta identitas dirahasiakan Senin, (22/12)

Ia menambahkan proses pencairan Dana PIP justru dilakukan pihak sekolah bukan oleh siswa atau orang tua di Bank.

” Yang mencairkan dari sekolah bukan dari Torang orang tua ( bukan dari kami orang tua )” katanya

Dana yang semestinya diterima utuh malah disunat sebesar Rp25 ribu per siswa

Selian pemotong, buku rekening PIP siswa dipegang oleh pihak sekolah.

Hal tersebut membuat orang tua tidak mengetahui secara pasti jumlah dana yang masuk ke rekening siswa.

Dorang (mereka) suda potongan tapi buku rekening di tahan” terangnya.

Keluhan tersebut di benarkan sala seorang siswa penerima Dana PIP

Ia mengaku hanya diminta berfoto dengan buku tabungan sebelum akhirnya tabungan tersebut diambil kembali.

“Cuma disuruh pose dengan buku tabungan, habis itu diambil lagi uangnya dikasih tunai, dan benar ada potongan.” Pungkasnya.

Hingga berita ini di turunkan Kepala Sekolah, MTs Negeri 2 Halmahera Selatan Abdurrahim Hamza dalam upaya di konfirmasi. (*).