Kapal Harita dan Speed Boat Warga, Perebutan Penumpang di Jalur Kupal–Kawasi

Di tengah tingginya biaya operasional, pengusaha speed boat masyarakat di rute Kupal–Kawasi kini menghadapi persoalan baru.

Penurunan jumlah penumpang membuat pendapatan pelaku usaha transportasi lokal ikut menurun.

Hal itu di samping Ketua Koperasi SIBELA Bintang Selatan, Rusmin Ra’uf Rabu, (24/06)

Rusmin menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, selain kenaikan BBM, persaingan layanan transportasi pada jalur yang sama.

Terutama keberadaan kapal cepat milik PT Harita Group yang melayani mobilitas pekerja.

“Speed boat ini menjadi sumber ekonomi banyak keluarga. Kalau penumpang terus berkurang, dampaknya langsung terasa bagi kami masyarakat kecil,” katanya

Koperasi SIBELA meminta Pemkab Halmahera Selatan bersama Dinas Perhubungan dan PT Harita Group duduk bersama mencari jalan keluar.

Mereka mendorong adanya pengaturan transportasi agar investasi tetap berjalan tanpa mengorbankan usaha rakyat.

“Kami hanya ingin masyarakat lokal tetap bisa hidup dan berkembang di daerah sendiri,” tutup Rusmin (“)