Kapal Cepat Harita Jadi Sorotan, SBS Minta Pemda Jangan Tutup Mata

Nasib motoris dan pemilik speedboat lokal di rute Kupal–Kawasi menjadi perhatian Koperasi Sibela Bintang Selatan (SBS).

Sejak kapal cepat Harita beroperasi, sejumlah motoris dan pemilik speedboat disebut mulai kehilangan penumpang.

Ketua Koperasi SBS Rusmin Rauf menilai keberadaan kapal cepat Harita membuat persaingan transportasi laut semakin berat bagi usaha kecil.

Ia mengatakan, masyarakat yang sebelumnya bergantung pada jasa speedboat kini mulai kehilangan penghasilan.

“Selama ini banyak keluarga bergantung dari usaha speedboat.

Kalau kondisi ini dibiarkan, mereka bisa kehilangan mata pencaharian,” katanya Minggu, (29/06).

Rusmin menambahkan, biaya operasional yang dikeluarkan para pelaku usaha saat ini tidak lagi sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan tanpa ada solusi, usaha transportasi lokal bisa terancam berhenti,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir untuk mencari solusi

agar persaingan transportasi laut tetap berjalan seimbang.

Koperasi juga mendorong adanya evaluasi terhadap operasional kapal cepat Harita,

termasuk jadwal pelayanan dan pengaturan tarif di rute Kupal–Kawasi.

Selain itu, mereka meminta adanya kebijakan perlindungan bagi pelaku usaha transportasi lokal agar tetap memiliki ruang untuk bertahan. (“)